Category: Tak Berkategori

Taruhan Persib

Taruhan Persib

Taruhan Persib

Taruhan PersibTaruhan Persib  Bandung bisa anda lakukan dengan mudah dan aman bersama Betplace88.co yaitu sebuah situs judi online yang melayani pembuatan akun SBOBET, MAXBET dan 368BET secara mudah dan aman. Dengan taruhan maka anda bisa menghasilkan banyak uang berlimpah apalagi yang anda pasang adalah tim kesayangan anda sendiri yaitu Persib Bandung.

Ketiga produk game diatas menyediakan banyak pertandingan-pertandingan di seluruh dunia termasuk Liga 1 Indonesia. Anda cukup mengeluarkan modal minimal Rp.100.000 untuk pengisian saldonya sehingga anda bisa langsung pasang taruhan di pertandingan manapaun yang anda inginkan. Untuk urusan porses depo dan wd di Betplace88 sangat cepat karena menggunakan lima bank ternama di Indonesia yaitu BCA, MANDIRI, BNI, BRI dan CIMB Niaga.

Bagi anda yang tertarik silahkan mengisi formulir data anda dibawah ini. Isilah data anda secara lengkap dan benar karena akun anda nantinya akan langsung dikirim melalui email dan sms setelah anda selesai registrasi. Namun apabila anda bingung dan ingin dipandu secara langsung caranya mudah yaitu cukup kunjungi live chat yang tersedia dibagian bawah pojok kanan layar anda bagi yang memakai Komputer/Laptop dan dibagian bawah untuk layar untuk anda yang memakai smartphone.

Liga 1 2017

Liga 1 2017

Liga 1 2017 adalah kompetisi sepakbola Indonesia yang baru diselenggarakan dan di sponsori oleh GO-JEK Traveloka Liga 1 2017  – Kompetisi ini  adalah pengganti dari kompetisi sebelumnya yang bernama ISL (Indonesia Super League) yang sempat berhenti karena berbagai macam alasan pada tahun 2016. Kompetisi Liga 1 saat ini dibawah naungan federasi sepakbola Indonesia. Namun ada sedikit perbedaan di Liga 1 ini.

Hal itu terjadi setelah PSSI menetapkan bahwa nama ISL tak akan lagi dipakai di kompetisi kasta tertinggi. Perubahan nama itu juga mencakup kasta-kasta di bawahnya. Kompetisi Liga 1 Indonesia bergulir mulai tanggal 15 April 2017.

Musim ini PSSI beserta operator liga telah memutuskan untuk menggunakan sejumlah wasit asing karena banyak yang mengeluhkan kinerja wasit-wasit lokal Indonesia.

Tim

Musim 2017 Liga 1 Indonesia diikuti oleh 18 klub dari Indonesia Super League 2015.

Perubahan Nama

1. Persipasi Bandung Raya menjadi Madura United F.C. pada Januari 2016.
2. Persiram Raja Ampat menjadi PS TNI pada Maret 2016.
3. Surabaya United menjadi Bhayangkara Surabaya United pada April 2016.
4. Bhayangkara Surabaya United menjadi Bhayangkara F.C. pada September 2016.
5. Arema Cronus F.C. menjadi Arema F.C. pada 20 Desember 2016.

Lokasi dan Stadion
Klub Lokasi Provinsi Stadion Kapasitas
Arema FC Malang Jawa Timur Kanjuruhan 42,449
Bali United Gianyar Bali Kapten I Wayan Dipta 25,000
Barito Putera Banjarmasin Kalimantan Selatan 17 Mei 15,000
Bhayangkara FC Bekasi Jawa Barat Patriot Candrabhaga 55,000
Madura United Pamekasan Jawa Timur Gelora Ratu Pamelingan 35,000
Mitra Kukar Tenggarong Kalimantan Timur Aji Imbut 35,000
Persegres Gresik Gresik Jawa Timur Gelora Joko Samudro 25,000
Persela Lamongan Lamongan Jawa Timur Surajaya 14,000
Perseru Serui Serui Papua Marora 9,000
Persib Bandung Bandung Jawa Barat Gelora Bandung Lautan Api / Si Jalak Harupat 38,000 / 27,000
Persiba Balikpapan Balikpapan Kalimantan Timur Gajayana / Batakan 35,000 / 40,000
Persija Jakarta Jakarta Jakarta Patriot Candrabhaga 30,000
Persipura Jayapura Jayapura Papua Mandala 30,000
PS TNI Bogor Jawa Barat Pakansari 30,000
PSM Makassar Makassar Sulawesi Selatan Andi Mattalatta 15,000
Pusamania Borneo Samarinda Kalimantan Timur Palaran / Segiri 60,000 / 16,000
Semen Padang Padang Sumatra Barat Haji Agus Salim 10,000
Sriwijaya FC Palembang Sumatra Selatan Gelora Sriwijaya Jakabaring / Serasan Sekate 36,000 / 5,000

Catatan :

  • Persiba Balikpapan: Persiba Balikpapan akan menggunakan Stadion Gajayana Malang sebagai stadion rumah mereka di putaran pertama liga sebelum mereka pindah ke stadion baru mereka (Batakan) di Balikpapan, yang pembangunannya akan selesai pada semester pertama tahun ini.
  • Persija Jakarta: Persija Jakarta akan menggunakan Stadion Patriot Candrabhaga karena mereka tidak bisa menggunakan Stadion Gelora Bung Karno di liga musim ini, karena stadion sedang direnovasi untuk Asian Games 2018.
  • Sriwijaya FC: Sriwijaya FC akan menggunakan Stadion Serasan Sekate karena mereka tidak bisa menggunakan Stadion Gelora Sriwijaya di liga musim ini, karena stadion akan direnovasi untuk Asian Games 2018.
Pemain Asing

Tim Pemain 1 Pemain 2 Pemain Asia Pemain Marquee
Arema FC Argentina Esteban Vizcarra Barzil Arthur Cunha lebanon Jad Noureddine Kolombia Juan Pino
Bali United Argentina Marcos Flores Belanda Sylvano Comvalius korea selatan Ahn Byung-keon  
Barito Putera Argentina Matías Córdoba Barzil Thiago Cunha australia Aaron Evans  
Bhayangkara FC Barzil Otavio Dutra Barzil Jhonatan Bernardo korea selatan Lee Yoo-joon  
Pusamania Borneo Barzil Flávio Júnior Barzil Helder Lobato japan Kunihiro Yamashita australia Shane Smeltz
Madura United Barzil Fabiano Beltrame Maroko Redouane Zerzouri australia Dane Milovanović Nigeria Peter Odemwingie
Mitra Kukar Spain Jorge Gotor   korea selatan Oh In-kyun Mali Mohamed Sissoko
Persegres Gresik Barzil Patrick da Silva Makedonia Goran Gančev korea selatan Choi Hyun-yeon  
Persela Lamongan Barzil Ivan Carlos Barzil Márcio Rosário japan Kosuke Uchida Portugal José Coelho
Perseru Serui Pantai Gading Boman Aimé Paraguay Sílvio Escobar lebanon Omar El-Din  
Persib Bandung Montenegro Vladimir Vujović Inggris Carlton Cole japan Shohei Matsunaga Ghana Michael Essien
Persiba Balikpapan Liberia Dirkir Glay Barzil Marlon da Silva japan Masahito Noto Belanda Anmar Almubaraki
Persija Jakarta Barzil Willian Pacheco Barzil Luiz Júnior Nepal Rohit Chand  
Persipura Jayapura Barzil Ricardinho Barzil Addison Alves korea selatan Yoo Jae-hoon  
PS TNI Guinea Aboubacar Camara Guinea Aboubacar Iyanga korea selatan Hong Soon-hak  
PSM Makassar Perancis Steven Paulle Belanda Marc Klok australia Reinaldo Elias Belanda Wiljan Pluim
Semen Padang Barzil Cássio Fransisco Barzil Marcel Sacramento korea selatan Ko Jae-sung  
Sriwijaya FC Barzil Beto Gonçalves Barzil Hilton Moreira korea selatan Yoo Hyun-goo  

Tabel Klasemen, Update: 16 Mei 2017


Pos. Tim Main M S K G K G-K Poin
1 PSM Makassar 6 4 1 1 9 5 4 13
2 Persib Bandung 6 3 3 0 6 2 4 12
3 PS TNI 6 3 3 0 10 7 3 12
4 Arema FC 6 3 2 1 5 2 3 11
5 Persipura Jayapura 6 3 1 2 8 7 1 10
6 Sriwijaya FC 6 3 1 2 8 7 1 10
7 Bali United 6 3 0 3 8 6 2 9
8 Mitra Kukar 6 2 3 1 10 9 1 9
9 Madura United 6 2 3 1 7 6 1 9
10 Bhayangkara FC 6 3 0 3 9 10 -1 9
11 Semen Padang 6 2 2 2 5 5 0 8
12 Barito Putera 6 2 1 3 7 7 0 7
13 Pusamania Borneo 6 2 1 3 7 8 -1 7
14 Persela Lamongan 6 2 1 3 6 7 -1 7
15 Persija Jakarta 6 1 2 3 4 5 -1 5
16 Perseru Serui 6 1 2 3 5 8 -3 5
17 Persegres Gresik 6 1 1 4 5 11 -6 4
18 Persiba Balikpapan 6 0 1 5 3 10 -7 1

Catatan:

  • Posisi urutan pertama pada akhir klasemen menjadi Juara Liga 1 2017 dan berhak mengikuti kualifikasi penyisihan Liga Champions AFC 2018 ronde 1.
  • Posisi urutan kedua dan ketiga pada akhir klasemen berhak mengikuti babak grup Piala AFC 2018.
  • Posisi urutan ke 16, 17 dan 18 pada akhir klasemen didegradasi ke Liga 2 2018.
sejarah persib

Sejarah Persib

PENDIRIAN DAN AWAL TAHUN (1933-1940)

Sejarah Persib – Sebelum bernama Persib Bandung, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.

Atot pulalah yang tercatat sebagai Komisaris Daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega di depan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan di luar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara, Jakarta.

Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (sekarang Persebaya), MIVB (PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), dan PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.

BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub-klub yang bergabung ke dalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.

Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.

Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang-orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah-olah Persib merupakan perkumpulan “kelas dua”. VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan-pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib ketika itu sering dilakukan di pinggiran Bandung, seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang di dalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.

Persib memenangkan “perang dingin” dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung di bawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.

Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.

ERA PERSERIKATAN (1940–1994)

Selama tahun 1950, Aang Witarsa ​​dan Anas menjadi pemain pertama yang dipanggil ke tim nasional sepak bola Indonesia. Selama periode ini, Persib menjadi salah satu tim elit di sepakbola Indonesia, dengan memenangkan gelar Perserikatan kedua mereka pada tahun 1961. Akibatnya, Persib dikirim untuk bersaing di Aga Khan Gold Cup. Salah satu bintang dari tim saat itu adalah Emen “Guru” Suwarman. Setelah itu, Persib tidak memperoleh prestasi apapun yang signifikan sampai menjadi runner-up di musim 1966.

Tahun 1970-an adalah waktu paling gelap untuk Persib, mencapai puncaknya dengan degradasi ke Divisi I di musim 1978-79. Klub ini melakukan revolusi pengembangan pemain muda dengan menyewa pelatih Polandia Marek Janota untuk memimpin skuad muda dan Risnandar Soendoro mengelola skuad senior. Kombinasi dari kedua tim berhasil mempromosikan Persib kembali ke Divisi Utama. Tim terdiri dari pemain sekarang terkenal seperti Robby Darwis, Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, Suryamin, Dede Iskandar, Boyke Adam, Sobur, Sukowiyono, Giantoro, Kosasih B, Encas Tonif dan Iwan Sunarya. Persib kemudian menjadi dua kali runner-up di musim 1982-83 dan 1984-85.

Pada tahun 1985, Ateng Wahyudi menjadi ketua baru menggantikan Solihin GP. Satu tahun kemudian, Persib kembali menjadi juara pada tahun 1986 mengalahkan Perseman Manokwari 1-0. Persib berhasil menjadi juara lagi pada tahun 1990, mengalahkan Persebaya Surabaya 2-0. Pemain tim pada waktu itu adalah Samai Setiadi, Ade Mulyono, Asep Sumantri, Dede Rosadi, Yusuf Bachtiar, Sutiono Lamso, Yana Rodiana, Sarjono, Sidik Djafar dan Djajang Nurjaman.

Ateng Wahyudi kemudian digantikan oleh Wahyu Hamijaya pada tahun 1993 sebagai ketua Persib. Mereka kemudian menjadi juara di musim terakhir Perserikatan dengan mengalahkan PSM Makassar 2-0. Sebagai juara terakhir Perserikatan dan sebagai hasil dari penggabungan Perserikatan dan Galatama yang menjadi Divisi Utama Liga Indonesia, Persib diizinkan untuk menjaga Piala Presiden, nama dari Piala Perserikatan untuk selamanya.

ERA MODERN DAN SEJARAH TERBARU

Persib menjadi juara pertama Divisi Utama Liga Indonesia yang baru dibentuk dengan mengalahkan Petrokimia Putra 1-0. Pada tahun 1995, Persib juga berhasil mencapai perempat final Liga Champions AFC. Meskipun memenangkan edisi pertama Divisi Utama Liga Indonesia, Persib mengalami waktu yang sulit. Musim selanjutnya mereka menggunakan banyak pelatih lokal dan internasional seperti Marek Andrzej Sledzianowski, Juan Antonio Paez, Arcan Iurie, Risnandar Soendoro, Indra Thohir, dan Jaya Hartono, tetapi finish terbaik di tempat ketiga pada musim 2008-09 Indonesia Super League.

Sebagai hasil dari peraturan Permendagri No. 13/2006 yang direvisi menjadi Permendagri No. 59/2007, di mana klub-klub profesional tidak lagi diperbolehkan untuk menggunakan anggaran pemerintah, 36 anggota sebagai stakeholder Persib memberi mandat kepada mantan Walikota Bandung Dada Rosada untuk menyelamatkan Persib sehingga masih bisa mengikuti kompetisi. PT. Persib Bandung Bermartabat kemudian didirikan pada tanggal 20 Agustus 2009 sebagai dasar hukum dari klub.

Pada tahun 2012, Persib mempekerjakan mantan pemain Djajang Nurjaman sebagai pelatih kepala baru mereka. Pada tahun 2013, Persib tidak bisa menggunakan Stadion Siliwangi untuk pertandingan resmi, karena PSSI telah menurunkan tingkat kelas stadion yang akan hanya digunakan sebagai lapangan latihan. Persib kemudian digunakan Stadion Jalak Harupat Soreang sebagai home base permanen. Pada 8 September 2014, Persib mendapat lisensi sebagai klub profesional.

Pada tahun 2014, setelah sembilan belas tahun tanpa trofi utama, Persib berhasil memenangkan Indonesia Super League 2014 dengan mengalahkan Persipura Jayapura di Final ISL 2014. Ferdinand Sinaga juga mendapat penghargaan pemain terbaik untuk musim 2014.